Kalau cinta tidak harus memiliki, kenapa kau harus mencintai?
Pernah kujalin hubungan yang cukup lama dengan seorang pria selama lebih dari 2 tahun. 1 tahun dengan status "berpacaran" ,1 tahunnya lagi tanpa status. Yap! Lebih tepatnya kami menjalin hubungan pertemanan namun rasa pacaran Awalnya tidak masalah bagiku adanya status ataupun tidak, yang penting aku bisa selalu bersamanya disaat susah,senang,suka,duka,pahit,manis dan sebagainya.
Hari ini merupakan tahun ketiga ketika aku mulai menullis tentangnya..
4 Maret 2015 adalah awal pertama kali kami berkomitmen untuk menjalin suatu hubungan, entah kenapa pada masa itu tanggal merupakan hal terpenting bagi kami berdua, wajar saja bocah ingusan seperti kami pastinya sangat Ingin menghitung hari bulan,bahkkan tahun untuk merayakan anniversary sama seperrti sejoli lainnya sebagai ukuran seberapa lama waktu yang dapat kami lewati bersama.
Kawan, tahukah kalian? Kebanyakan wanita itu mencintai laki-laki dalam skala 1-10, artinya awalnya wanita hanya memiliki sedikit perasaan suka kepada laki-laki tetapi dengan seiring berjalannya waktu rasa suka itu akan terus bertambah karena kebanyakan wanita bisa menerima segala kekurangan laki-laki dengan segala usaha-usahanya,berbeda dengan laki-laki yang memiliki skala 10-1, mungkin memang awalnya dia berjuang, melakukan berbagai cara untuk membuat wanita yang dia cinta selalu bahagia. Tetapi seiring berjalannya waktu perasaan itu akan terus memudar. Mungkin begitulah laki-laki saat perempuan tidak terlalu macam-macam ia akan menjaganya dengan senang hati. Namun saat perempuan terlalu banyak keinginan , apalagi ada sesuatu hal yang diluar batas kemampuan lelaki, maka laki-laki akan bosan dan meninggalkan seolah tak punya perasaan.
Aku, adalah orang yang ditinggalkan karna alasan "Bosan". Padahal aku sudah belajar untuk mencintainya, berjuang untuk merubah perasaanku sendiri, Meskipun sebenarnya sangat sulit untuk memaksakan perasaan dari yang tidak mencintai jadi mencintai. Dan disaat aku berhasil benar-benar mencintainya, dengan mudahnya ia meninggalkanku. Seolah ia hanya menemaniku untuk pergi kehutan, namun setelah sampai di hutan aku malah ditinggalkannya sendirian.. Membuatku tersesat dan tak tahu arah.
Mungkin benar, salah satu tujuan kenapa aku di ciptakan adalah untuk menjadi sampah.Dan aku sadar bahwa hal yang paling romantis dalam hidup bukanlah adegan ciuman antara sepasang kekasih, tetapi sepasang sahabat yang saling menguatkan saat hati kita sama-sama patah.
Yang harus kalian tahu, yang paling membuatku tersiksa adalah disaat aku harus selalu terllihat kuat, disaat aku mencoba untuk menguatkan diriku sendiri. Karna bagiku tidak ada orang lain yang bisa membuatku kuat selain diriku sendiri.
1 bulan setelah ia meninggalkanku, aku berusaha keras untuk memaksakan perasaanku kembali. Kali ini aku memaksakan perasaanku untuk merubah perasaan cinta menjadi benci. Namun rasa benci justru malah membutku semakin melemah dan membuatku semakin rindu kepadanya.
Berbagai cara sudah ku lakukan, dimulai dari aku mencintai diriku sendiri dengan mengikuti segala keinginanku sampai ketidakinginanku, agar aku terlihat sibuk dan menjadi lupa kepadanya. Hingga beberapa sahabatku mengatakan kepadaku, bahwa untuk menjadi bahagia adalah kita harus memperjuangkan seseorang yang memperjuangkan kita , kalau dia tidak memperjuangkan maka sungguh dia tak layak untuk aku sedihkan. Dan aku memang harus benar-benar melepaskannya dengan ikhlas, menghadapi kenyataan bahwa sebenarnya aku tidak penting bagi hidupnya.
Aku sudah mulai terbiasa tanpanya, menjalani hidupku sendiri dan menikmati rasa sakit yang kurasa, mencoba merakit hatiku yang sudah berantakan karena dipatahkan olehnya. Ketika aku sedang berusaha merakit, dia memintaku untuk bertemu. Ini berat bagiku. Namun aku sudah tak ingin lagi membencinya,apa lagi sampai menaruh dendam kepadanya. Tidak, aku tidak begitu. Biar dia sajalah yang mematahkan hatiku, aku tidak ingin melakukan kejahatan yang sama. Meski berat , aku tidak pernah tega kepadanya, aku selalu ingi berbuat baik kepadanya.
Kini hubungan kita baik-baik saja, aku berpikir bahwa tujuan ia kembali adalah untuk memperbaiki hubungan kita yang sudah retak. Meskipun hanya sebatas teman.
Namun ia masih saja seperti dulu, seperti saat kita masih menjalin hubungan. Dia masih memperlakukanku seperti layaknya pacaran dulu, ia masih sering membawakanku bunga, makanan, masih memanggilku dengan sebutan sayang,menelfonku, menolongku disaat aku susah,mengajakku menonton film yang aku suka, bahkan ia tidak ingin melihatku bersedih, ia selalu tau cara agar aku selalu tersenyum bahagia. Sudah banyak cerita yang kita lewati bersama. Sedih,senang,pahit, manis,dan apapun itu kita hadapi bersama.
Dalam jangka waktu beberapa bulan aku merasa hubungan kita menjadi lebih baik, dan kita menjadi semakin dekat , dan akut merasa bahwa ia telah kembali.. Menjadi ia yang ku renal dulu..
Pada suatu waktu dia menelfonku dan memintaku untuk bertemu dengannya, ia mengatakan kepadaku bahwa ada hal penting yang ingin dia bicarakan tentang hubungan kita. Aku berpikir, bahwa mungkin yang ingin ia bicarakan adalah tentang lanjutnya hubungan kita..
Aku bertemu dengannya di mall terdekat dengan tempat tinggalku, lalu kami menonton film yang dia suka. Dipertengahan film, ia mengatakan kepadaku bahwa hal penting yang ingin ia bicarakan kepadaku adalah didunia ini ada wanita yang ia cintai setelah ibunya dan ia sangat mencintai wanita itu , ia ingin sekali lika wanita itu tau bahwa ia tidak bisa bidup tanpa wanita itu dan ia ingin sekali menyatakan cinta kepada wanita itu sekarang...
Lalu aku bertanya.. Siapakah wanita yang kau maksud?
Lalu ia menjawab, ternyata bukan akt wanita yang ia makend tetapi ada orang lain yang sedang ia incar.
Lalu aku bertanya.. Siapakah wanita yang kau maksud?
Lalu ia menjawab, ternyata bukan akt wanita yang ia makend tetapi ada orang lain yang sedang ia incar.
Aku merasa sangat sedih ketika itu, film yang sedang diputar pun sudah entah bagaimana jalan ceritanya aku tak tahu, aku hanya terfocus pada perasaan sakit hati dan air mata yang tiba-tiba menetes.
Aku shock, aku hanya menatap matanya dan mengatakan dengan pelan "Lalu... sejauh ini aku apa? Lalu aku harus bagaimana? "
Dia hanya tersenyum dan mengatakan kepadaku bahwa cinta itu tidak harus memiliki.
"Hah! Bulshit! Kalau cinta tidak harus memiliki,kenapa kau harus mencintai??"
Setelah kejadian itu, aku merasa bahwa hidup ini memang kejam, terkadang aku harus melepaskan sesuatu yang sebenarnya tidak bisa ku genggam. Bukan untuk menyerah, tetapi karena itu bisa merusak apa yang seharusnya bahagia.
aku harus mengulang semuanya dari 0, aku merasa menjadi wanita terbodoh. Karena memberikan kesempatan kepada orang lain untuk melakukan kesalahan yang sama kepadaku.
Namun , yaaa.. Setelah itu ia kembali kepadaku dan mengulang kesalahan yang sama dan berkali-kali,aku juga bodoh, terus saja memberikan kesempatan kepadanya untuk meyakitiku.
Sekarang aku baru tau, bahwa kami dekat bukanlah disebabkan oleh rindu, namun disebabkan oleh suatu keadaan. Yap! Kami selalu dekat tiap ia sedang kesepian,sedang aku dalam kebahagiaan. Lalu kapan kami berpisah? Ya, saat ia sedang tidak kesepian, sedang nasibku di ujung tanduk. Bahkan aku sudah bisa meramalkan kapan ia akan kembali dekat denganku, yaitu ketika ia merasa kesepian.
Hingga akhirnya ia memiliki kekasih, namun masih sering menghubungiku dan mencoba berusaha ingin kembali kepadaku. Sampai aku bertengkar dengan kekasih barunya, dengan skenario yang dia buat.
Skenario yang dia buat adalah, aku sebagai wanita pengganggu yang ingin memisahkan hubungan mereka. Sungguh jahat bagiku dan akan sangat menyakitkan bagi kekasihnya jika mengetahui apa yang sebenarnya terjadi.
Entahlah semenjak patah hati aku sudah tidak percaya lagi dengan cinta bagiku cinta tidak lebih dari menumpuk harapan kemudian dicampakkan begitu saja.
Mantan itu adalah makhluk yang susah untuk dlupakan, tetapi masih mencintai mantan sama saja kau masih mencintai benda sisa, sama saja kau mencintai bangkai,yang lama-lama akan membuatmu ikutan membusuk:)
Aku paham, menunggu tak selalu untuk menemukan kedatangan,terkadang menunggu adalah usaha untuk menemukan kehilangan. Dan aku yakin,setelah patah hati akan ada cinta yang lebih baik:)
Komentar
Posting Komentar